Membangun dunia fantasi yang menarik untuk cerita pendek kelas 7 itu seperti menyiapkan permen dengan lapisan kejutan di dalamnya. Aku selalu memulai dengan elemen sederhana yang bisa langsung membangkitkan imajinasi—misalnya, pedang bersinar yang tersembunyi di gudang sekolah atau kucing jalanan yang ternyata penjaga portal dimensi lain. Kuncinya adalah membuat konflik personal yang relateable, seperti tokoh utama yang berjuang melawan rasa tidak percaya diri, lalu membungkusnya dengan baju petualangan magis.
Hal favoritku adalah menciptakan sistem magic mini yang mudah dipahami tapi punya sentuhan unik, seperti sihir yang bekerja melalui lagu atau kekuatan berdasarkan emosi. Untuk twist, aku suka menyelipkan analogi kehidupan nyata—misalnya, iblis dalam cerita actually mewakili bullying, dan mengalahkannya bukan dengan pedang, tapi dengan keberanian bersuara. Ending yang manis tapi tidak terlalu manis biasanya bekerja baik untuk usia ini; biarkan protagonis menang, tapi mungkin rambutnya jadi biru permanen setelah menyihir!