Kisah Para Penggetar Langit
jawab Beng Liong
“Ini adik seperguruanmu? Siapa namanya?” tanya Can-cengcu.
“Nama boanseng, A San, Tuan,” jawab Cio San cepat. Menyebut nama asli nanti hanya akan menimbulkan masalah.
“Bisa kau jelaskan apa arti tulisan di tembok itu? Kami semua sudah membacanya.” Kali ini Sih Hek Tiauw yang bertanya.
“Kami berdua pun terkaget-kaget melihatnya. Kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, tidak mungkin kami percaya ada pemandangan sekejam itu,” jawab Beng Liong.