Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Setiap kali ia melihat gambar itu, rasa mual naik ke tenggorokan—bukan karena malu, tapi karena sadar betapa rapuh privasi mereka.
Arga menghampirinya, duduk di sampingnya, lalu meraih tangannya. “Jangan menatapnya terus,” bisiknya. Aisyah menoleh, matanya berair, “Arga… kalau mereka bisa memotret kita begitu dekat, apa yang tidak bisa mereka lakukan? Bagaimana kalau mereka masuk lagi? Bagaimana kalau mereka menyakitimu?” Arga langsung mengusap pipinya, wajahnya tegas, “Mereka tidak akan pernah menyakitiku, dan yang lebih penting—mereka tidak akan pernah menyakitimu. Tidak selama aku masih hidup.”
Hot Chapters