Adakah Jalan Untuk Kembali
Dewa menunjukkan ponselnya pada sang istri.
"Kenapa kita nggak nginap di hotel yang seperti di Kyoto saja, Mas?" tanya Nadia pelan saat kereta mulai melaju membelah badai putih. Pasti lebih murah.
Dewa tersenyum, menatap istrinya dengan binar cinta. "Mas carikan yang lebih berbeda. Sebuah hotel di pusat Sapporo yang menggabungkan kemewahan modern dengan tradisional Jepang. Ada tatami, ada aroma kayu cedar, tapi fasilitasnya modern. Kalau Mas memesankan hotel bintang lima yang desainnya minimalis modern, apa bedanya dengan hotel-hotel di Surabaya. Kalau hotel modern, kita banyak menemukannya di Indonesia, Sayang."