Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar
“Yah, saya suruh orang dapur masak macam-macam, tujuannya biar Non Kayla tetap semangat pas Tuan nggak ada.”
Kayla mengangkat kedua alis. “Ah, ada-ada aja. Aku tetap semangat walau dia nggak ada kok, Ning. Tapi ini kan sayang banget sebanyak ini. Aku juga nggak akan mampu habisin sendiri.”
Perempuan dua puluh satu tahun itu hanya menggaruk kepada salah tingkah.
“Nanti kasih orang-orang di dapur aja, ya. Aku ambil sedikit aja. Terima kasih buat perhatian kamu, tapi lain kali masaknya dikit aja, ya. Sayang kalau kebuang.”