Ada sebuah cerita yang selalu membuatku terharu setiap kali mengingatnya, tentang seorang wanita bernama Rina yang hidup dalam bayang-bayang suaminya. Suaminya, seorang pengusaha sukses, sering mengabaikan perasaannya karena sibuk dengan pekerjaan. Rina merasa seperti hiasan rumah yang tak pernah diperhatikan. Suatu hari, dia menemukan buku harian lama milik suaminya, berisi catatan-catatan manis tentang bagaimana suaminya dulu begitu mencintainya. Rina menyadari bahwa cinta itu masih ada, hanya tertutup oleh kesibukan. Dia mulai menulis surat-surat kecil berisi perasaannya dan menyelipkannya di tas suaminya. Perlahan, suaminya mulai terbuka dan hubungan mereka pun membaik.
Kisah ini mengajarkan bahwa komunikasi adalah kunci. Kadang, orang lupa menunjukkan cinta bukan karena tidak peduli, tapi karena terlalu terbiasa. Rina memilih untuk tidak diam, tapi juga tidak menuntut. Dengan cara sederhana, dia mengingatkan suaminya tentang arti kehadirannya. Aku sering berpikir, betapa pentingnya memahami bahwa cinta butuh usaha dari kedua belah pihak, bukan hanya satu sisi.