Suamiku Jadul
Aku terdiam, tak tahu harus bilang apa lagi, padahal dari rumah tadi aku sudah bertekat mengatakan cinta.
“Aku sayang padamu, Bang Pain,” kataku akhirnya.
“Iya, saudara memang harus saling menyayangi,” kata Bang Pain.
“Iya, kita akan jadi saudara,” kataku seraya berlinang air mata.
Aku keluar dari dapur itu, tangisku pecah, begitu sakit cinta yang tak terungkap ini. Kenapa kau tidak peka, Bang Pain?
Hot Chapters