Jodoh untuk Aira
"Percuma, Bu. Orang kalau sudah tak suka, akan terus dinilai buruk tanpa melihat sisi baik orang tersebut."
"Nggak juga, gua suka kok sama lo meski sering nyebelin," timpal Dewa membuat sudut bibir Ibu tertarik ke atas.
"Masa bodoh." Bibirku maju beberapa senti.
"Dih, liat tuh, Bu. Aira kumat."
"Kamu yang kumat!"
"Lo, lah."
"Ish, cowok nyebelin."
"Cowok keren, dong." Alis Dewa naik turun.
Hot Chapters