Tante, mau kan jadi Mamaku?
Sebelum tersenyum manis dan sengaja menyatukan kening dan hidung kami.
“Inti dari semua itu, sekarang Mas lega akhirnya bisa bebas mengucapkan I love you, Intan. Setiap hari dan sepuas yang Mas mau.”
‘Kan, aku bilang juga apa? Dia tuh memang tukang gombal tahu. Mulutnya manis banget kayak gula aren.
“I love u too, Mas,” balasku tersenyum lebar penuh rasa haru, yang langsung di sambut Pak Dika dengan senyum tak kalah lebar.