Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Garis Dua Yang Yertunda

Garis Dua Yang Yertunda

Salma menoleh dan tersenyum tipis “ Iya Bu… mumpung cuacanya lagi bagus, kan dari kemarin kalau enggak hujan ya mendung “ “ Iya bener… ngomong ngomong soal cuaca bagus. Hati Pak RT juga lagi bagus loh Jeng ” Salma mengernyit, bingung “ Bagus kenapa Bu ? “ “ Kemarin saya liat si Hana menantu nya Pak RT, sudah lahiran Bu. Anak kedua, Loh! Padahal pernikahan nya baru genap tiga tahun. Luar biasa ya, rahimnya subur sekali “ Ucap Bu Lastri tanpa jeda Deg
493 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Sepuluh. Sebelas. Dua belas. Tiga belas. Empat belas. Lima belas. Enam belas. Tujuh belas. Delapan belas. Sembilan belas. Dua puluh. Dua puluh jiwa. Dua puluh alasan. Dua puluh angka yang meski tidak lagi cukup, masih terus berputar, masih terus dihitung, masih terus menjadi satu-satunya cara untuk mengatakan bahwa aku masih di sini, bahwa aku masih hidup, bahwa aku masih ...
10803 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Dua Kali Menjadi Rahim Pengganti

Dua Kali Menjadi Rahim Pengganti

Dua Kali Menjadi Rahim Pengganti 21 Aku langsung mengalihkan pandangan, tak mau terlalu berpikir yang tidak-tidak. Seumur hidup itu lama. Aku tak punya uang sebanyak itu untuk membayarnya. "Aku tak punya uang sebanyak itu hingga kamu bisa menjagaku seumur hidupmu, Ga." Aku berkata sembari melempar makanan ikan. Sepertinya ikan-ikan ini masih saja kelaparan.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Pria yang Tiada Duanya

Pria yang Tiada Duanya

Albert hanya mengangguk dengan penasaran. “Selama 18 tahun sejak pembuatan rekening ini, kami diberikan kekuasaan penuh untuk mengatur 40% dana di rekening anda untuk diinvestasikan. Setelah 18 tahun ini, kami dengan bangga menyatakan bahwa kekayaan anda secara bersih menjadi 48 miliar!” jelas Daniel dengan senyuman lebar. “Walaupun ini belum cukup untuk mengganti status keanggotaan anda. Namun kami percaya dengan trend investasi anda sekarang, angka 50 miliar akan tercapai tahun ini yang berarti anda dapat naik level menjadi status platinum.” [Selamat! Anda menambah progress dalam pencapaian tujuan anda]
1.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
SATU JIWA DUA KEHIDUPAN

SATU JIWA DUA KEHIDUPAN

"Aahh....!!" Jerit kesakitan Wei Zihan mengiris udara, mencabik rasa tenang yang dipaksakan oleh Guang Fang. Rintihan disertai erangan memilukan, menciptakan simfoni yang menakutkan. Guang Fang menggenggam erat tangan sang istri, yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati tercinta. Kata-kata penenang terselipkan semangat penuh kasih sayang, berulang kali diucapkan pria berusia dua puluh dua tahun itu.
675 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Dua Lelaki dalam Hidupku

Dua Lelaki dalam Hidupku

Fatma pun ikut mendekat sembari menyembunyikan senyum kecil di wajahnya. “Ma. Kata Kakek ini dia Kakekku. Padahal Kakekku ‘kan Kakek Bimo. Kenapa ada satu Kakek lagi? Memangnya aku punya dua Kakek?” turun dari sofa, Mentari langsung menyerbu Hera, menarik tangan Hera agar duduk di sofa bersamanya. Hera mengangguk, menyelipkan rambut Mentari di balik telinga.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Terlebih lagi, Owen menganggap 24 juta adalah uang receh. "Dua puluh empat juta mana cukup? Harganya sudah naik jadi 200 juta sekarang!" sela Fredi sambil tersenyum sinis. Berhubung sangat membenci Owen, dia tidak akan membiarkan Owen pamer di hadapannya! "Apa? Dua ratus juta? Yang benar saja!" seru Marisa terkejut. "Empat ratus juta!" ujar Fredi sambil menekankan nadanya dan mengangkat keempat jarinya.
8.84.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121.9K kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Tampilkan Ulasan (1547)
Baca
+Pustaka
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

aku bertanya sembari menatap Lina yang tengah sibuk menari-narikan jempol tangan di atas layar smartphone miliknya. “Lina lagi upload foto-foto selfie, Kak!” jawab gadis berumur 14 tahun ini tanpa menoleh ke arahku. “Selfie? Kenapa nggak suruh si Selfie itu aja buat upload sendiri foto-fotonya?” cetusku asal bicara. Lina menoleh. Dipandanginya wajahku begitu serius. “Kak?” ucap Lina selembut mungkin.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Dipuja Dua Penguasa

Dipuja Dua Penguasa

Rasa ingin tahu Hilda meledak. “Seingatku, terakhir kali aku melihatnya… Yah, 20 tahun yang lalu.” Adam menjawab, acuh tak acuh. Lagian, hal itu bukanlah sesuatu yang penting baginya. Mata Hilda langsung terbelalak. “Serius? Kamu tidak bercanda kan?”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Cinta Dua Sisi

Cinta Dua Sisi

Kota yang akan menjadi kota baru untukku menyimpan asa dan memikul harapan baru. Kota Bandung tak jauh berbeda dengan gemerlap kota Yogyakarta di malam hari. Di antara hiruk pikuk dan bingar kota. Setelah enam jam empat puluh lima menit perjalanan, akhirnya aku berada di sini. Kulirik arloji tua pemberian Bapak di hari kelulusan SD-ku yang telah berganti tali untuk kesekian kalinya. Waktu telah menunjukan pukul 17.45 wib. Aku melirik Dita, dan dia tersenyum seakan tahu apa yang hendak kukatakan. "Kita shalat di mushalla stasiun aja, Mba," katanya ramah.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai dua ribu dua puluh empat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status