Ketulusan Hati Amirah
"Iya, Ummi. Saya paham, Ummi tidak usah merasa bersalah, meskipun sulit saya suka dan akan berusaha tetap membuatnya senang, meskipun saya sering dibuatnya bingung."
Ummi tersenyum. "Terima kasih ya, Nak. Sekarang kamu makan dulu keburu dingin."
"Iya, Ummi."
Di kamar Amirah masih menangis. Entah kenapa sejak hamil dirinya tidak bisa mengontrol dirinya, emosinya terkadang meningkat, suka marah tidak jelas, dirinya sadar selama kehamilannya sering menyusahkan Kenzo, selain dirinya sangat ingin mendapatkan perhatian dari sang suami.
Sikat na Kabanata