Bukan Suami Sempurna
“Kamu kalau merasa bersalah, lebih baik menata hidupmu lebih baik lagi, jangan terkurung dari rasa sesal terlalu lama, jangan! Jika kamu terkurung terlalu lama malah akan membuat kesedihanmu kekal. Kalau sudah sedih, bagaimana kamu mau bahagia. Kamu mau kan bahagia?”
Manda mengangguk lemah. “Aku mau banget, Ka. Tapi aku bodoh karena melepaskan bahagiaku yang jelas terlihat, aku menyesal,” lirihnya perih.
“Namanya penyesalan memang selalu datang di akhir, Nda. Penyesalan ada agar kita belajar kelak tidak salah langkah lagi, penyesalan juga salah satu proses pendewasaan diri.”
“Tapi kamu mau kan memaafkanku?” tanya Manda.
الفصول الرائجة