Teman Tidur Suamiku
Tawaran itu terdengar tulus, sebuah kepedulian seorang ibu, tetapi Ilham tahu, akan sangat berisiko jika ia menerima tawaran itu.
Ilham menggeleng cepat. Terlalu cepat, bahkan. “Nggak perlu, Bu. Tukang bersih-bersih sudah ada, kok. Datang seminggu sekali. Aku nggak terlalu suka ada orang asing yang berlama-lama di rumah.” Ia harus menolak dengan tegas.
Jauh di lubuk hatinya, ia khawatir jika ibunya yang mencarikan, ART itu akan merangkap tugas sebagai mata-mata yang mengintai.