Matchmaking
Suara jangkrik menyerbu pendengaran Bara, ia menarik nafas sekali lagi, mulai berusaha mengontrol pikiran supaya lebih jernih, agar Bara bisa tidur nyenyak dan memulai lembaran baru.
Satu kalimat kembali menyeruak di kepalanya, Bara meringis.
"Gue nggak bakal pernah lupa sama penghinaan lo Ba. Jika suatu hari nanti, lo mohon-mohon ke gue, sampai lo berlutut di hadapan gue, gue nggak bakal pernah sudi buat balikan."
Tanpa sadar, buliran mutiara jatuh membasahi pipinya. Terlalu sesak untuk memendam, akhirnya Bara menangisi seluruh penyesalannya.
Hot Chapters