Cinta Dua Sisi
Aku bersyukur mengenal keduanya, nuraniku terusik akan bisikan hati yang salah.
Dari kejauhan aku melihat Mas Arman berjalan tergopoh mendekati kami dengan barang yang sudah tertata rapi di jinjingan tangannya. Takada kemarahan, kekesalan atau kerisihan di mata itu, meskipun di bahunya terselip tas jinjing perempuan. Wajahnya masih saja teduh, dan senyumnya tetap merekah untuk istrinya. Lagi-lagi, aku dibuat cemburu oleh ketulusan cintanya pada Dita. Andai saja tatapan itu milikku. Tuhan, maafkan hatiku yang masih mendamba yang bukan milikku.
"Mas sudah menghubungi Kang Rahmad. Insya Allah, beliau akan tiba beberapa saat lagi. Kita salat dulu supaya afdhal," katanya lembut pada Dita tanpa me
Hot Chapters