Terjebak Permainan Cinta Sepupu
Petir yang menyambar menghancurkan kepingan hati yang dimiliki, berserakan tak berbentuk layaknya pasir gurun tertiup angin, tak mungkin lagi disatukan menjadi sebongkah rasa yang utuh.
Kakinya meluruh ke lantai diikuti benda pipih berwarna silver yang terlempar dari tangan. tubuhnya serasa tak bertulang saat ini. Suara gaduh akibat ulahnya, mengusik ketenangan malam. Musnah sudah harapan, patah sudah hatinya. Bagaimana bisa hati yang telah dijaga selama tujuh tahun, tega menghancurkan segala yang telah di bangun dengan sekejap mata. Hanya sekejap, satu kedipan mata, semua selesai.
"Ais, suara apa itu?" teriak seseorang dari ambang pintu kamar gadis yang dipanggil namanya.