Penguasa Hati
Ia mengingat cerita yang hanya ku sampaikan sekali, dalam kondisi yang paling rentan.
"Kamu ... kamu ingat?" tanyaku, suaraku tercekat.
"Tentu saja aku ingat," jawabnya, tatapannya intens. "Aku mengingat setiap detail tentang kau, Tara. Setiap kata yang pernah kau ucapkan. Setiap ekspresi wajahmu." Ia merangkum tanganku yang dingin, menggenggamnya erat. "Aku tidak akan pernah melupakan betapa kau membenci ruang sempit, kegelapan. Aku tidak akan pernah melupakan ketakutan yang kau rasakan. Bagaimana aku bisa membiarkan kau terjebak di tempat tersebut?"
Hot Chapters