Antara Cinta dan Luka
"Aku nggak akan kayak ayah."
Bu Ratna menghela napas, matanya penuh air mata. "Aku cuma takut lo terluka lagi, Sayang."
Di kamarnya, Naya membuka laptop, riset Vita. Foto-foto glamor di I*******m, gaun merah menyala, senyum yang licik—semua membuat Naya bergidik. "Apa rahasia yang lo pegang?" gumamnya, jari-jarinya gemetar di mouse.