Sama-sama Egois
Kuraih ponsel milik Sindi, mataku terbelalak melihat pesan masuk dari Kak Bima, walaupun tidak di balas oleh istriku ia bersih kekeuh.
['Hay, bisa keluar sebentar gak? Mas mau bicara'.]
[Sin, Mas di depan rumah bisa kesini nggak?]
[Jangan sedih, sini curhat sama, Mas.]
Darahku mendesir, rahangku mengeras aku mengepalkan tangan geram, berani-beraninya ia masih mengoda isrriku setelah kejadian tadi, dasar setan.
Hot Chapters