Ada saat-saat di mana rasa bersalah menghantui karena merasa telah mengganggu seseorang. Misalnya, ketika mengirim pesan larut malam ke teman yang sibuk, atau meminta bantuan di luar jam kerja. Kalimat 'sorry for bothering you' bukan sekadar basa-basi, tapi pengakuan tulus bahwa kita sadar telah mengambil waktu mereka. Aku sering menggunakannya saat meminta feedback atas draf novel yang kubuat—aku tahu betapa berharganya waktu kreator lain.
Di sisi lain, dalam budaya fandom, ungkapan ini juga muncul saat membanjiri timeline orang dengan teori spoiler atau meme spam. Di sini, ia berfungsi sebagai jembatan antara antusiasme dan kesadaran sosial. Tapi jangan terlalu sering mengucapkannya! Terlalu banyak 'sorry' justru mengurangi maknanya. Simpan untuk momen-momen di kamu benar-benar merasa telah melanggar batas.