ISTRIKU DISIKSA SAMPAI GILA
Setelah 5 menit kunyanyikan lagu pengantar tidur seperti biasanya aku menatap Maisa lekat-kekat, Maisa ini benar-benar mengingatkanku pada Yaasir.
Rambutnya kriting, ngomongnya agak cadel dan kulitnya putih, hanya saja Yassir laki-laki sedangkan Maisa perempuan.
Ya Tuhan, lama memandangi Maisa aku sampe tak sadar sudah berkaca-kaca. Cepat aku bangkit dan menyeka air di sudut mata. Tapi sebelum aku beranjak kucium pipi mungil itu sebentar.
"Bobo yang nyenyak ya, Sayang," bisikku.