ISTRIKU SERING MENANGIS
Namun, pesawat yang sudah kupesan tiketnya sudah berangkat.
"Sudah berangkat, Pak. Bawa aku pulang ke rumah Bapak saja, bukankah mau dijadikan istri?" tanyaku memastikan.
"Aku ...." Ia Bergeming.
"Kenapa? Bapak ini namanya siapa?" tanyaku.
"Saya Tommy Hermawan, saingan bisnis papamu," sahutnya.
"Ya sudah, kalau memang mau menjadikan aku istri, silahkan!" Aku dengan pasrahnya menyerahkan diri.