FREL.
Aku berpaling ke arah kakek, menatap kedua matanya yang begitu dipenuhi keyakinan dan kehangatan.
"Seberapa keras kamu ingin menjauh, apabila Tuhan menghendaki semua itu ada di dalam cerita hidupmu, pada akhirnya kamu tetap tidak akan bisa menghindar."
Tiba-tiba aku diserang rasa bersalah yang begitu besar. "Kakek, nenek, maafin Frel, aku yang buat kalian kecelakaan." Aku menangis tersedu-sedu sembari menangkup wajahku dengan kedua tangan. "Harusnya Frel nggak marah sama kalian, hiks, harusnya siang itu Frel nggak pergi dari rumah. Maafin Frel, hiks, hiks, aku yang salah. Kek, Nek, maafin Frel...."
Bab Populer