Belenggu Cinta
“Angga …, kapan, sih, kamu bisa berdamai dengan cinta tak terbalasmu?”
Sebelum Angga menjawab, seorang wanita paruh baya berpenampilan “wah” datang sembari memegangi kedua pelipisnya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya menjinjing tas branded berbahan kulit. Di belakangnya, Bik Lastri tergopoh-gopoh mengikuti.
“Ya ampun, Angga! Selama ini Ibu pusing mencarikanmu calon istri, tapi di rumah kamu malah asyik ‘main’ dengan perempuan seperti ini?!”
Hot Chapters