Saat Cinta Menyapa Lagi
"Kota ini dibangun di atas pondasi metafora. Jika kita menjadi terlalu 'nyata', hukum fisika Bumi akan menghancurkan keajaiban kita. Kita akan terjebak dalam gravitasi, waktu yang linier, dan kematian yang absolut."
Tiba-tiba, Jembatan Cahaya itu bergetar hebat. Warnanya yang tadinya putih murni berubah menjadi jingga kemerahan, seperti senja yang berdarah. Dari arah jembatan, muncul sesosok entitas yang tampak seperti kabut asap hitam yang pekat, namun di dalamnya terdapat ribuan mata yang terus berkedip—mata manusia, mata hewan, hingga mata yang hanya terdiri dari lensa kamera.
Bab Populer