Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku
Tanpa sedikit pun merasa bersalah, Shania berkata dengan santai, “Oh, ayolah Yerin. Kalian sudah putus lama! Bahkan aku sudah nggak ingat kejadian lama itu. Anggap saja dia kenalan lama, oke?”
Tidak menunggu balas Yerin, Shania langsung berucap lantang ke arah kumpulan Tama. “Hai guys. Ini temanku. Namanya Yerin. Anak belasteran. Cantik dan masih…” Shania menatap Yerin, “...jomblo.” Kalimatnya diakhiri dengan tawa.
Yerin tersenyum canggung dan membalas sapaan sejumlah teman-teman Shania yang lain. Akan tetapi, tempat duduk yang kosong hanya ada di sebelah Tama.