Diuber Janda
tanya Amin khawatir.
"Sial! Mana sih nih air mata, gue ampe ngeden-ngeden gini, gak keluar juga." Jihan bermonolog. Wajahya menunduk, sambil berusaha memaksakan air mata untuk keluar.
"Sudah, sabar ya. Ada Abang di sini yang akan senang mengibur Jihan. Mm ... kalau Jihan mau, Abang juga bisa menjadi pengganti Edo. Bagaimana?" tanya Amin, entah dari mana berasal keberaniannya. Jihan yang tadinya menunduk, kini perlahan menganggkat wajahnya, menatap wajah Amin dengan sendu, padahal di dalam hatinya, begitu malas melihat wajah Amin seperti ini, ditambah rambut klimis Amin yang membuatnya ingin muntah saja.
Hot Chapters