Bayangan Dalam Pandang
Suaranya telah menjadi sayup lagi, namun itu cukup menghenyakkan aku, “Jangan berhenti! Lakukan sekarang! Sebutkan mantranya!”
“A-ah! Baik!”, balasku spontan. Jujur saja otakku masih belum bisa mengolah segalanya. Kendati demikian, aku merasa lebih optimis akan selamat jika aku mengikuti perkataan Hongo-san. Aku pun menarik nafas yang dalam, kemudian dengan mantap hati kulafalkan sederet mantera, “Dengan seluruh elemen dan energi abadi Sang Pencipta itu sendiri, gunakanlah itu untuk menyegel shadow yang ingin melukai kami. Nama shadow itu adalah Jinx. Segel dan letakkan Jinx dalam dimensi lain, yang hanya Sang Pencipta yang tahu. SEGEL!”.
Hot Chapters