From Kyoto With Love
"Bercinta memang tidak harus menikah, tapi kalau menikah, sudah pasti akan bercinta. Aku mau bercinta hanya pada orang yang kucintai. Meski jelek-jelek begini, eh … bukan-bukan, meski aku cantik dan menawan, aku tak pernah sekalipun jatuh pada pelukan pria, bercinta bagiku sesuatu yang sakral, menger …."
Tiba-tiba saja dia membekap mulutku dengan tangannya.
"Urusan sepersonal ini tak perlu kau katakan keras-keras, didengar orang malu!" bisiknya tajam.
"Hmmppp … hmm… hmmp…,"
Kugigit saja tangannya yang membekap mulutku.
"Aw!" jeritnya spontan.
"Iya, aku mengerti, tapi di mana lagi kita bicara hal sepenting ini? Di rumah kita? Mau bunuh diri?"
Bab Populer