KINASIH
Setelahnya, dia beralih ke rambut yang sebagian sudah terbakar.
Ruangan yang tenang, dengan udara malam yang semakin dingin, kini menjadi sesak oleh aroma tak sedap dari kobaran api yang perlahan merayap naik di kepala Hendra. Pria itu berontak, terus berusaha menjerit, namun tetap tak ada suara yang keluar.
Tubuhnya kembali terguling, dan Aryo justru berdiri tepat di depan wajah Hendra dengan sebuah jerigen besar, dengan tutupnya yang terbuka. Aroma bensin menguar, menusuk penciuman.
Bab Populer