Kafan Hitam
“Saat berada di pertengahan Lancah Darah, tepatnya di pinggir sungai tempat biasa kita mengadakan ritual kafan hitam, Raden Arya tiba-tiba saja muncul. Raden Arya meminta saya untuk meletakkan tubuh Arya di batu pipih, dan di saat yang sama, tiba-tiba kujang pusaka itu muncul dan memancarkan cahaya keemasan sampai suasana di sekitar sungai mendadak terang, padahal waktu itu masih menunjukkan pagi buta. Raden Arya menjelaskan kalau kekuatan kujang pusaka itu sudah bertambah berkali-kali lipat karena sudah dialiri darah milik Arya sehingga gulungan itu gagal untuk menyegel kujang pusaka itu.”
Ki Jalu tersenyum. “Ba-bagus.”
Badru melanjutkan, “Kujang pusaka itu lalu mengelilingi Arya beberapa k
Bab Populer