Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamalila (Kama & Kalila)

Kamalila (Kama & Kalila)

"Habis kencan?" Kalila yang sudah menormalkan detak jantungnya menggeleng dan membuka pagar rumahnya "baru pendekatan!" Kalila menjawab kesal pada Kama, pria itu yang masih mempertahankan wajah datarnya melompat turun menggunakan celah dinding yang bisa digapai kakinya membuat Kalila menjerit histeris karena melihat Kama layaknya atlit Parkour.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Bab 13 Kututup mata untuk melihat air yang berada diujung sana Terasa bening namun jika disentuh akan berwarna biru Lalu kubuka kembali nyatanya hidup Didepanku, sebuah telaga hijau yang tak pernah disentuh Dikelilingi orang – orang yang seolah marah Dan aku tak tahu alasannya Kubiarkan itu berlalu dan kembali, sebuah telapak tangan yang masih terbuka
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Isyana perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Arlo. Sorot matanya tampak kebingungan. Arlo tampak tak berdaya, lalu menjelaskan singkat, "Cakra itu bukan sakit biasa, tapi terkena Ilmu Kutukan Mekanik. Jimat penenang itu kebetulan tepat untuk kasusnya."
9.8512.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.0K kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
When We Lost

When We Lost

Kala berkata dengan tegas. Mata Kala begitu tegas dan tajam denngan ujung meruncing. Bola matanya berwarna cokelat terang dengan bulu mata yang panjang namun nyaris tidak memiliki double eyelid. Wajahnya lonjong dan agak tirus dengan rambutnya berantakan disekitar wajahnya. Almi baru memahami kenapa Reta dan seluruh ribuan gadis memuja Kala. Karena Kala begitu tampan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Kobaran api yang membakarnya masih belum padam, lalu dirinya harus terpojok dan tidak bisa bergerak ketika saga Kaumodaki menghantam punggungnya. Khrisna mengeluarkan Cakra Sudarsana miliknya. Sebuah senjata berbentuk seperti cakram berwarna emas dan berputar di ujung jari telunjuk Khrisna. "Kita harus memotong tubuhnya menjadi sekecil mungkin untuk menghancurkan jantungnya!" Ungkap Raka. "Itu tidak masalah!" Khrisna melempar senjatanya.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

“Saat berada di pertengahan Lancah Darah, tepatnya di pinggir sungai tempat biasa kita mengadakan ritual kafan hitam, Raden Arya tiba-tiba saja muncul. Raden Arya meminta saya untuk meletakkan tubuh Arya di batu pipih, dan di saat yang sama, tiba-tiba kujang pusaka itu muncul dan memancarkan cahaya keemasan sampai suasana di sekitar sungai mendadak terang, padahal waktu itu masih menunjukkan pagi buta. Raden Arya menjelaskan kalau kekuatan kujang pusaka itu sudah bertambah berkali-kali lipat karena sudah dialiri darah milik Arya sehingga gulungan itu gagal untuk menyegel kujang pusaka itu.” Ki Jalu tersenyum. “Ba-bagus.” Badru melanjutkan, “Kujang pusaka itu lalu mengelilingi Arya beberapa k
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Dengan cepat Cakra Kumbara menahan serangan itu menggunakan telapak tangannya yang sudah dialiri tenaga dalam tingkat tinggi. Tap! Tinju Barata berhasil ditahan oleh tangan Cakra Kumbara. Ledakan tenaga dalam membuat suara gemuruh dan gelombang dahsyat yang menghantam perisai persegi dengan kuat. "Tenaga dalammu sudah mencapai titik seperti ini tapi kenapa kau tidak membuatku terjatuh? Apa kau sedang mengolokku?" tanya Cakra Kumbara.
8.961.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
Bhu & Akra

Bhu & Akra

Sekarang, Cakra akan kembali memeriksa kondisi Ana. Cakra memasuki kamar Ana yang bernuansa hangat dan feminin. Ia melangkah di atas karpet bulu yang terhampar di dekat kaki ranjang Ana. Kening Cakra terlipat saat melihat ponsel Ana yang tergeletak di bawah kaki ranjang. Cakra duduk di atas karpet dan meraih ponsel tersebut, ia bisa melihat layar ponsel yang retak. Begitu mencoba untuk menghidupkannya, ponsel tersebut masih berfungsi. Beberapa saat kemudian, air wajah Cakra berubah menggelap. Aura suram yang menyeramkan jelas melingkupi pria tampan tersebut.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

tambah Ketua Sujinsha pada satu orang kepercayaan yang memiliki kemampuan khusus. "Baik, Tuan," kata Birwa menyanggupi. Tameng Cakra. Unit kecil dalam Pasukan Bayangan yang memiliki kemampuan rahasia. Tameng Cakra berupa satu perangkat berbasis pertahanan dan perlindungan, terbentuk dari tembaga campur baja. Pada tameng terdapat 3 lapisan dan masing-masing lapisan dapat diputar 360 derajat. Setelah diputar, bentuknya menyerupai payung logam. Keahlian praja mengendalikan Tameng Cakra, butuh kemampuan khusus dan latihan luar biasa. Setiap kali diputar, Tameng Cakra muncul jebakan dengan pisau-pisau tajam yang dapat melukai lawan. Satu penyerangan rahasia di dalam pertahanan regu tameng.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai kala cakra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status