Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Sang Dokter

Rahasia Sang Dokter

Aline harus menggantikan saudari kembarnya menikahi sosok Adam Putra Narendra, dokter bedah yang disodorkan kedua orang tua mereka untuk Aleta nikahi, karena Aleta sendiri koma setelah berupaya bunuh diri H-6 acara pernikahan mereka. "Tapi yang mau kawin, kan, Aleta!" tentu Aline menolak, terlebih dia tidak mengenal sosok Adam dengan baik. "Kamu atau Aleta sama saja, yang penting acara tetap terlaksana dan keluarga kita tidak mendapat malu!" Sebuah perintah yang sama sekali tidak bisa Aline tolak. Sebuah perintah yang lantas mengantarkan Aline pada teka-teki misterius yang disimpan sosok suaminya ini. Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Adam? Benarkah karena hal ini Aleta lantas lebih memilih bunuh diri daripada menikahi Adam? Cover by : @reistyaa
10139.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

"Aku nggak mau melayanimu malam ini!" Tangan itu main ditepis saja oleh Bening. "Terus saja kamu menolakku! Biar aku cari perempuan lain yang bisa melayaniku." balas Iman sengit. Baru 4 tahun berumah tangga, ranjang perkawinan milik Bening dan suaminya menjadi dingin karena tak pernah disentuh. Bening, seorang ibu rumah tangga dan pekerja. Sibuk dengan urusan rumah serta kedua putranya. Belum lagi pekerjaan yang menumpuk membuat seluruh beban bertahan di pundaknya. Sedangkan, Iman seorang pekerja keras yang ingin dilayani seperti raja. Haram baginya membantu istri karena itu akan menginjak harga dirinya. Sampai akhirnya hubungan itu merenggang.. hadirnya orang ketiga membuat pelik kehidupan rumah tangga mereka.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

"Pria culun itu suamiku?" "Jangan begitu. Dia pria pilihan papamu. Dia sopan dan pria bersih. Lebih dari itu, dia adalah cucu pemilik kontrakan tempat papamu merintis karir. Dia keturunan orang baik." "Ogah, Ma." "Kalau gak mau, jangan harap papa serahkan gedung serba guna itu buatmu. Dan kamu tidak boleh meminjamnya secara gratis. Bayar secara profesional. Jangan bilang papa kejam, gajimu sebagai fashion desainer terkenal pasti mampu bayar biaya sewa," ucap sang ayah dibumbui ancaman. Dan ... berhasil. "Okay, aku ... aku bersedia menikah dengannya." Tanpa pikir panjang Areta setuju. Karena saldo direkingnya ... berupa deretan angka yang miris untuk disebutkan. Bagaimana kehidupan pernikahan Areta dan suami culunnya?
732 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

Tujuh tahun kami menikah, selama itu pula Mas Daffi tidak pernah sekali pun mengakuiku sebagai istrinya. Latar belakang sebagai anak pemulung dan bekas luka di wajah membuatnya jijik menatapku. Bahkan pria itu baru mau menyentuhku ketika papa mertua mengancam tak akan mewariskan hartanya jika kami tak memberikan cucu. Sampai suatu ketika aku mengajukan satu permintaan. "Aku ingin operasi plastik, Mas.” "Nggak usah aneh-aneh, kamu! Walaupun wajahmu sudah tidak semenyeramkan sekarang, perasaanku padamu tetap tidak akan berubah!” Sakit rasanya. Meski telah dikaruniai anak yang cantik, entah mengapa kebenciannya padaku semakin mengakar. Mas Daffi mulai mendoktrin anak kami, Liana, untuk ikut membenciku, ibu kandungnya sendiri. Tunggulah, Mas, hingga kesombonganmu kubayar tunai!
1048.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Pembantu Kaya Tuan Tampan

Pembantu Kaya Tuan Tampan

"Bikin kopi saja tidak bisa! Lalu, kamu bisanya apa? "Maaf Glenn tidak baik pagi-pagi minum kopi! Itu sudah aku buatkan susu. Cepat minum mumpung masih hangat." "Susu? Kau pikir aku bayi?" "Astaga, Glenn! Tinggal minum saja repot amat, sini aku bantu!" Lala mengambil segelas susu di meja dan menyodorkan pada Glenn. Kemudian memaksanya untuk minum. "Ayo, minum! Kata Bi Narti, setiap pagi segelas susu harus habis," Dengan bodoh Glenn mengikuti saran Lala dan meminumnya hingga tandas. Apa yang terjadi dengan Glenn? Hingga selalu mengikuti kata Lala, meskipun harus berdebat dulu. Mungkinkah kesombonganya sudah mulai luntur? Atau, hanya strategi agar selalu ada yang mau mengurusnya? Baca yuk, kisah 'Pembantu Kaya Tuan Tampan'.
1038.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kamu mau
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Ayah Firza
Akhirnya nyasar ke tempat ini,,, Kisah yg sungguh mengobrak ngabrikan hati, meluluhlantahkan perasaan.... Sungguh sampai terhanyut ke dalam kisahnya, melupakan dunia nyata walaupun hanya hitungan hari... Ada senyum yg tersinggung dan air mata yg mengalir dengan sendirinya karena ternyahut di dlmnya.
Nuzulia Dilla
Suka banget sama novelnya. Lala yang mengira kl ayahnya yang kirim uang. Ternyata itu uang nyasar dari Gleen. Parahnya si Gleen pikir kl Lala gadis miskin. Padahal kan anak orang kaya. Belum tau aja sekaya apa si Lala ini. Ati2 ntar kamu bucin Gleen.... Lala tolong jangan gampang goyah sama Gleen...
Baca Semua Ulasan
Pilihan York

Pilihan York

Calypso Kendra
“Kau perawan Maria?” “Tentu saja tidak.”Avery menjawab dengan tegas. “Lalu? apa kau tidak ingin membalas dendam atas perbuatan Ecollin padamu?” Avery memicingkan matanya “Kenapa aku merasa kau membujukku untuk melakukan perbuatan jahat. Apa kau memiliki motif lain?” “Huh... memang sangat menyenangkan berbicara dengan orang pintar. Tentu saja! Anggap saja ini win-win solution.” York berbicara dengan percaya diri tanpa sedikit rasa malu. “Kau membenci Ecollin?” Avery menaikkan sebelah alisnya. “Lebih tepatnya orang di belakangnya. Jadi, kau mau berpartisipasi atau tidak?” ini hanyalah sekelumit percakapan dari ribuan dialog orang-orang yang menuntut keadilan, tapi apakah semuanya seperti yang terlihat? ntahlah, yang jelas jika kamu diberikan kesempatan untuk memilih, pilihlah untuk menjadi orang baik.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

"Silla, kamu mau 'kan jadi maduku?" Seperti petir yang menyambar di tengah hari, Silla terkejut mendengar permintaan tak terduga dari Elsa–sahabatnya, yang selama ini dianggapnya sebagai saudara. Selembar kertas hasil pemeriksaan dokter menunjukkan jika dia tidak subur, Elsa akhirnya meminta Silla untuk menjadi madunya. Hanya sebentar, hanya sampai Silla berhasil melahirkan keturunan untuk suami Elsa. Awalnya, Silla menolak dengan tegas. Namun, desakan terus menerus membuatnya akhirnya setuju. Lalu, bagaimana jika dirinya terjebak dalam lingkaran pernikahan itu? Apalagi, sedari dulu hingga sekarang, Silla rupanya masih memendam rasa kepada Nathan—suami dari Elsa. Akankah semaunya berjalan semestinya? Atau, Silla justru tak ingin lepas dari Nathan?
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit

Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit

---- Tiara hanya ingin menari untuk sesuap nasi, tapi kecantikannya membuat Bonar si juragan sawit yang berkuasa terobsesi ingin memilikinya. ---- Saat ayah Tiara ditangkap polisi karena ulah mabuk dan judinya, Bonar pun memasang jerat. Dia akan membebaskan sang ayah, asalkan Tiara mau jadi istri keduanya. ---- Terjepit antara nyawa keluarga dan kehormatan, Tiara terpaksa masuk ke dalam sangkar emas sang Juragan. Di sana, dia bukan lagi menari untuk seni, tapi untuk melayani nafsu pria yang telah membeli hidupnya. ---- Novel ini mengandung adegan dewasa yang intens. Bacalah dengan bijak dan pastikan kamu merasa nyaman mengikuti setiap alur ceritanya. Semoga kisah ini bisa membawamu larut dalam emosi, ketegangan, dan dinamika para tokohnya.
10252 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai kamu mau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status