공유

7-2 Menuju Pagi

last update 게시일: 2026-06-13 10:52:26

Tiara melenguh panjang, jemarinya meremas seprai sutra di bawah tubuhnya saat ia merasakan sensasi panas yang menjalar. "Abang... pelan-pelan," rintihnya dengan napas yang mulai terputus-putus, membiarkan tubuhnya sepenuhnya pasrah.

"Siapa saja laki-laki yang pernah merasakan dadamu, Tiara?" tanyaku dengan mulut tersumpal daging kenyal yang mulai terangsang; ukurannya seolah naik satu tingkat lebih besar.

Tiara menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca menahan gejol
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Razi Maulidi
istri kedua ya .... bisa adil ga tuh Abang ..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   73. Sari Dan Sabryna Tahu

    Pesawat akhirnya mendarat di Pekanbaru sore itu. Begitu keluar dari area bandara, dua mobil hitam sudah menunggu di lobi penjemputan. Aku menuntun Tiara menuju mobil pertama yang akan membawa pulang dengan pengawalan ketat. Sebelum masuk ke kabin, Tiara berbalik dan menatapku."Abang, jangan lama-lama, cepat pulang ya," ucapnya sambil mencengkeram kaus polo hitamku seperti anak kecil.Aku tersenyum hangat, mengusap punggung tangan Tiara lalu mengecup keningnya dalam. "Iya, Sayang. Selesai urusan, Abang langsung pulang."****Setelah mobil yang membawa Tiara melaju pergi dengan pengawalan ketat, rahangku kembali mengeras. Kehangatan yang terpancar di mataku untuk istriku beberapa detik lalu sirna seketika, Aku berbalik dan melangkah lebar menuju mobil kedua, sebuah SUV hitam yang mesinnya sudah menyala dengan sopir yang sigap membukakan pintu.Sadikin langsung menyusul dan duduk di kursi depan, suasana di dalam kabin langsun

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   72. Tiara Tidak Boleh Tahu

    "Tapi kamu harus tetap makan makanan yang bergizi, Tiara," peringatku tegas."Habis ini, Bang. Aku mau ambil nasi capcai dan ikan dorang goreng tepung nanti. Abang juga makan, dong."Kami akhirnya kembali ke meja setelah mengambil makanan masing-masing. Aku duduk di hadapannya, memperhatikan Tiara yang mulai menyantap nasi dengan lahap, melupakan sejenak kombinasi semangka saus tomatnya yang aneh tadi.Suasana lounge yang tenang menemani makan siang kami, namun pikiranku tetap tidak bisa lepas dari urusan Rully Sondang di Pekanbaru. Kunyahanku terasa hambar karena menahan dongkol.Di sela suapannya, Tiara tiba-tiba mendongak dan menatapku penuh selidik."Bang, masalah di Pekanbaru apa sih? Ada masalah dengan pembukaan lahan? Atau konflik tapal batas sama masyarakat adat lagi?"Aku meletakkan sendok, lalu meminum air putih untuk menetralkan keteganganku. Sorot mataku menatapnya lurus, memastikan tidak ada kepanikan yang lolos

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   71. Kabar Gembira, Tapi...

    Pagi harinya setelah sarapan, kami langsung menuju rumah sakit terdekat dari hotel. Untung saja malam sebelumnya aku sudah mendaftar secara online, jadi antrean kami tidak terlalu panjang.Di dalam ruangan yang sejuk itu, Tiara tampak gugup saat diminta berbaring di brankar. Dokter kandungan dia seorang wanita paruh baya yang ramah dan mulai mengoleskan gel dingin di perut rata Tiara, lalu menempelkan stik USG di sana. Mataku dan mata Tiara kompak tertuju pada layar monitor hitam-putih di samping brankar."Kita lihat sama-sama ya, Pak, Bu," ujar dokter sambil menggerakkan alatnya dengan teliti.Dokter tersenyum dan menunjuk sebuah titik kecil berbentuk kantung di layar. "Nah, ini dia. Bisa dilihat ya? Ini adalah kantung kehamilannya. Masih sangat kecil, tapi posisinya bagus dan menempel dengan sempurna di dinding rahim."Tiara langsung menoleh menatapku dengan haru. "Bang..." bisiknya lirih, menggenggam tanganku erat.Aku membalas ge

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   70. Minta Seribu Candi

    "Abang..." panggilnya sembari mengeratkan pelukan pada tubuh polos kami yang terbungkus selimut hotel."Hmmm...?""Seharusnya bulan ini aku haid. Apa aku hamil ya, Bang? Kita sudah menikah dua bulan. Tapi, aku belum cek sih," bisiknya ragu, ada binar harapan sekaligus kecemasan di sepasang matanya.Mendengar penuturannya, kantukku yang baru saja mau datang seketika menguap. Menikah dua bulan dan dia terlambat bulan? Otak bisnis dan logika bekuku langsung berputar cepat, menimbang segala kemungkinan.Seorang pewaris dari rahim wanita yang sepenuhnya tunduk padaku jelas merupakan investasi masa depan yang sempurna.Aku merenggangkan pelukan sedikit agar bisa menatap wajahnya dengan jelas. Kuusap pipinya yang mendadak merona merah dengan ibu jari, lalu tersenyum tipis—sebuah senyuman penuh kepuasan yang jarang kuperlihatkan."Besok kita ke dokter kandungan terbaik di kota ini. Nggak usah pakai tespek murahan," kataku tegas, tan

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   69. Konsisten

    Ciuman di antara kami tak bisa terelakkan lagi. Telapak tangan kiriku mencengkeram pinggul rampingnya, sementara tangan kananku merayap naik, meremas dadanya yang terasa semakin padat dan penuh sejak dia kuperistri—buah dari sentuhanku yang tak pernah absen setiap malam. Remasan yang awalnya lembut mulai berubah kasar dan menuntut, memicu gairahnya hingga memuncak. Aku memuntir dan mempermainkan puting dadanya yang membusung keras di balik kain tipis baju tidurnya, membuat tubuh Tiara seketika menegang. "Ahhh... Abanghh..." Tiara mendesah, meremas bahu kekarku erat saat kepalanya terdongak ke belakang. Deru napasnya memburu, memohon penyatuan yang lebih dalam. "Apa sakit, Sayang?" gumamku. Pertanyaan bodoh sengaja kulontarkan pada istri mudaku ini. Wanita yang kuambil dari kalangan bawah dengan status perawan. Dulu aku yang mengajarinya bagaimana menikmati surga dunia, menuntunnya dari yang sama sekali tidak tahu

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   68. Jangan Minta Maaf

    Malam itu, Karina yang sedang menggulir media sosialnya mendadak tercekat dan menjatuhkan ponselnya."Ada apa, Karin?" tanya Rendra.Ponsel itu jatuh tepat di depan meja Tiara. Tiara menatap layar yang menyala dengan mata membelalak dan jantung yang mendadak berdegup kencang karena syok."Ada apa, Sayang?" Aku menatap istriku yang memungut ponsel Karin."Itu, Bang..." Tiara menyerahkannya dengan tangan gemetar.Video itu menampilkan Tiara yang sedang menari seksi saat shimmy chest. Sebuah video amatir. Tiara memang memang menari demi mencari uang untuk nakan bukan menjual diri. Namun, narasi di unggahan tersebut menyudutkannya seolah dia wanita nakal. Bonar memang sudah menerima masa lalunya, karena itulah pria itu menikahinya dengan status mulia sebagai istri sah.Karina langsung tersenyum tipis, sementara Rendra mendadak salah tingkah dan berdeham canggung. Atmosfer di meja makan restoran Menteng ini seketika berubah mence

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   12-3. Ranjang Berderit

    Aku langsung membungkam bibir mungilnya dengan lumatan yang semakin panas, dalam, dan menuntut. Tidak ada lagi ruang untuk keraguan. Tiara membalasnya dengan sisa-sisa tenaganya, mengikuti irama ciumanku yang kian menggebu. Kubenamkan wajahku kembali ke ceruk lehernya yang kini bas

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   6. Buka Bajumu

    Aku kembali ke kursi kebesaranku, menyandarkan punggung dengan santai sambil menyesap wiski. Bunyi denting es batu dalam gelas kristal menjadi satu-satunya musik di ruangan ini. Mataku tak lepas darinya, menatap intens setiap jengkal kulitnya yang kini memerah karena malu.Tiara berdiri mematung di

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   5. Keinginan Sari Terwujud

    Tanganku terangkat, jemariku yang kasar mengusap pelan pundaknya yang terbuka, turun perlahan mengikuti garis tulang selangkangnya. "Bayangkan, Tiara... malam ini saja kau menolak, besok bapakmu mungkin sudah membusuk di sel kabupaten, dan kau akan berakhir di ranjang pengap para aki-aki itu."Aku

  • Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit   4. Menari Tanpa Musik

    Sejak Sari sakit, aku memilih tidur di kamar terpisah. Dia menjadi sangat sensitif dan emosional, mungkin karena rasa rendah diri yang menggerogotinya dari dalam. Aku bukan tipe pria yang telaten membujuk atau mengobral kata manis. Daripada kami terus ribut atau aku lepas kendali dan main ka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status