Terjebak Gairah Siluman
Kain katun tipis itu menggantung longgar, menutupi tubuhnya hingga pertengahan paha, namun setiap kali ia bergerak, ujung kaos itu tersingkap dan menyingkapkan pinggulnya yang polos tanpa sehelai benang pun di baliknya.
Rambut hitam bergelombangnya berantakan, membingkai wajahnya yang kini tampak lebih sayu namun memancarkan binar yang liar.
"Kau masih betah menatap angka-angka itu, No?"
Wulan melingkarkan lengannya yang mulus di leher kurus Ano, menarik pria itu agar bersandar pada dadanya yang padat. Kaos yang tipis itu tidak mampu menyembunyikan puncak payudaranya yang menegang saat bergesekan dengan punggung Ano.