Partner di Atas Ranjang
Mutia tertunduk lesu.
"Ibu ini bicara apa sih, sudah sewajarnya aku sebagai anak wajib berbakti terhadap orang tua. Jadi tolong, jangan anggap Ibu sebagai beban. Ibu tetaplah Ibu, wanita yang berjuang melahirkanku, membesarkanku, hingga aku sudah besar seperti sekarang," sahut Kasih tidak suka.
"Terima kasih, Nak."
"Sama-sama, Bu. Tolong hilangkan wajah murung Ibu itu, aku tidak suka melihatnya."