Neraka untuk Maduku
"Bahagia itu, bukan soal banyak harta. Tapi, soal cinta dan kasih. Merasa kan sekarang, kaya tak membuatmu bahagia?"
Aku masih cukup jelas mendengar perkataan Ibu pada Mas Aris. Ada rasa perih, bukan karena pria itu. Tapi, lebih merasakan pada perasaan Ibu. Tak aku ragukan sayangnya dia padaku. Ibu dan Bunda sudah berusaha dengan keras, membantuku mempertahankan rumah tanggaku dulu.
"Sayang banget sama kamu." Kelvin berucap lirih. "Pasti Bundaku, akan begitu juga setelah mengenalmu. Baru kali ini, aku lihat Ibu mertua lebih sayang sama menantunya."
Hot Chapters