Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata ibu tersebut. Ayah pun bekerja, dia mengetik sesuatu di komputer, Ayah memang sudah bisa memakai komputer, mengetik beberapa surat penting. Tidak menunggu waktu lama sudah selesai, lalu surat NA itu diberikan kepada Ibu tersebut. "Bu, nikah muda itu yang sengsara nanti anak-anak, Bu," kata Ayah. "Udahlah bikin sekarang, suratnya selesai," kata ibu tersebut.
1080.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
SALAH MEMILIH SUAMI

SALAH MEMILIH SUAMI

Terimasih untuk telah menemukan surat ini, itu tandanya rasa cintamu pada Ayah masih sama seperti dulu. Meskipun banyak lelaki hebat disekeliling Ayah, kamu adalah laki-laki terbaik yang Ayah miliki. Atha Ivander Ravindra, anakku. Kamu punya kekuatan yang tidak dimiliki orang lain, tunjukanlah kekuatanmu pada dunia hari ini. Ayah Kulekatkan surat cinta dalam dada dari Ayah. Surat pertama yang kudapatkan dari seseorang yang begitu tulus mencintaiku, ‘Maaf Ayah, jika Atha tidak tahu sebesar ini rasa cintamu.’
8.536.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Sejak kejadian 17 tahun lalu, Ona tidak pernah melihat Ayah lagi selain surat terakhir yang berkata bahwa Ayah sangat menyayanginya dan minta maaf atas kejadian tersebut. Ona kecil waktu itu tidak paham apa yang sebenarnya terjadi dan fokus pada kesembuhan Ibu yang tiba-tiba sakit. Ona masih menyimpan surat itu hingga pada akhirnya membakarnya dan menutup rapat-rapat ingatan tentang Ayah.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
PENGANTIN RAJA SAETAN

PENGANTIN RAJA SAETAN

Hanya ada sepucuk surat di atasnya. [Jianheeng anakku sayang... Maafkan ayah, ayah pinjam uangmu!! Nanti jika kembali ayah akan ganti berkali-kali lipat!! Ayah tau ayah tidak berguna dan tidak bisa diandalkan, kali ini ayah akan mencari cara untuk mengembalikan kehidupan kita agar lebih nyaman, karena itu ayah pinjam dulu uangmu!! Anakku, hiduplah dengan giat dan gigih seperti namamu!!] Srak!
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

Dikira ada satu lembar, nyatanya ada lima lembar kertas dan ada kata-kata di atasnya. Gema membawa tulisan pada kertas yang paling atas. 'Assalamualaikum, Nak. Maafkan ayah sebelumnya. Ayah yakin, saat kamu menemukan surat ini, ayah sudah tidak ada lagi di dunia ini.' Itu, yang tertulis di paragraf awal. Gema tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya setelah membaca baris pertama itu. Bagaimana bisa ayahnya menuliskan kata-kata demikian, seolah ia telah tahu kapan ajal menjemputnya?
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Salma membacanya: Salma, anakku. Maafkan Ayah kalau selama ini terlalu keras. Ayah tahu kamu tidak suka dikekang, tidak suka dinasihati panjang-panjang. Tapi kali ini izinkan Ayah menulis, karena mungkin suara Ayah tak akan kau dengar lagi ketika surat ini sampai ke tanganmu.
822 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

Pria ini mencoba memprovokasi pikiranku agar aku membenci ayah kandungku sendiri siang ini. Mataku tiba-tiba melihat secarik kertas putih terlipat di atas meja nakas tepat di sebelah ranjang ibuku. Aku langsung mengambil kertas itu dan membuka lipatannya dengan sepuluh jari yang gemetar hebat. Terdapat tulisan tangan bapakku yang terlihat lumayan terburu-buru dan sedikit berantakan garisnya. Aku membaca pesan singkat itu dengan ritme jantung yang kembali berdetak sangat kencang.
826.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 769 kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Ia membaca surat ayahnya lebih dulu: > “Untuk diriku sendiri di masa depan — kalau kamu membaca ini, berarti kamu masih dikasih waktu buat bersyukur. Cinta itu bukan tentang berapa lama bisa bertahan, tapi berapa kali kamu mau mulai lagi. Kalau hidup jadi berat, lihat langit. Dari situ kamu bisa inget: segalanya pernah lebih sulit, tapi kita gak nyerah.” Raffa berhenti sejenak, menghela napas. Suara ayahnya seperti hidup lagi di telinganya, tenang dan pasti. Ia membuka surat berikutnya, milik ibunya:
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Bukankah itu bagus, Akion? Renia bilang dia kangen denganmu. Ayah dan Harzem juga. Jaga dirimu di sana. Ayah menyayangimu. Einsh Naal Sanktessy. Selama aku membaca surat dari ayahku, aku tersenyum lebar. Tanganku dengan mudah menulis jawabannya. Untuk ayahku. Aku menulis ini pada pagi hari. Udara di istana sangat dingin karena salju telah turun. Tapi sejujurnya aku tidak merasa dingin sedikit pun, Ayah.
9.883.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai surat kecil untuk ayah
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
Viens Aisling
Halo saya Viens, saya usahakan dua hari update sehari libur. kalau tidak ada kendala mungkin bisa update setiap hari. terima kasih karena telah membaca perjalanan Akion sampai sejauh ini. terima kasih banyak atas masukannya
Baca Semua Ulasan
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

“Ck, mau sampai kapan Ayah terus memaksa saya menikah dengan wanita-wanita buruk itu?” “Jaga bicaramu, Atma!” pekik ayah dengan suara meninggi. “Sudahlah, masih banyak urusanku ketimbang aku mengurus hal remahan seperti ini!” Atma memilih pergi dan mengabaikan ayahnya. “Malam ini jangan terlambat pulang‼” teriak sang Ayah. Atma berbalik dan berteriak, “Who cares?”
9.434.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 940 kali sebagai surat kecil untuk ayah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status