Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

“Kadang jembatan itu hanya berupa niat. Tapi jika niatnya tulus, ia bisa menghubungkan samudra dan benua.” Sementara itu, dari Turki datang Hasan bin Cemal, pemuda keturunan Ottoman yang telah meneliti kebijaksanaan Sufi dan filsafat dari masa kejayaan Andalusia. “Di Istanbul,” ujarnya, “kami membaca puisi Rumi sebagai doa. ‘Di luar kebaikan dan kejahatan, ada ladang. Di sanalah kita bertemu.’ Mungkin Madrasah Langit adalah ladang itu.”
3.4K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

"Ternyata kalian masih belum melupakan kejadian di Janti waktu itu. Bagus, bagus! Sepertinya ini adalah karma bagi mereka." "Aku beritahu! Setahun yang lalu, aku bertemu Jalada di rawa utara. Disana kami bertarung, dia sudah mencapai tahap pencerahan. Kalian tahu kan kalau ilmu hitam itu sangat cepat peningkatannya. Untung saja aku dibantu salah satu murid Perguruan Pedang Emas, jadi kami bisa kabur." "Mungkin kini Jalada sudah mencapai puncak tahap pencerahan, atau bahkan sudah ada di tingkat konsep kebenaran. Intinya kalian harus hati hati menghadapinya. Jangan gegabah!" Pesan Rakawan.
9.135.9K viewsOngoingAdded to Library 789 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
Don't Kill My Baby (Indonesia)

Don't Kill My Baby (Indonesia)

Kabut itu seakan menebal hingga mengikis jarak pandangnya, membuat rintik hujan air mata tak sengaja jatuh mengenai kitab suci yang dipegangnya. "Hal jazā'ul-iḥsāni illal-iḥsān ...." Bersama berakhirnya Ar-Rahman ayat 60 yang artinya, "Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)." rintik hujan air mata Binar semakin deras. Kepala wanita itu semakin menunduk dan bahu ringkihnya bergetar hebat mendapat serangan hebat yang menikam jantungnya. Rasanya, kenapa begitu perih?
1023.0K viewsOn holdAdded to Library 851 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

--- Malam tiba dengan lambat. Rani duduk sendirian di balkon, mengenakan sweater abu-abu. Di pangkuannya, buku catatan lama — yang dulu ia bawa saat ke Kyoto. Ia membuka halaman tengah, dan di sana, masih tertulis kalimat dari Yudha bertahun-tahun lalu: > “Pergi tidak selalu berarti menjauh. Kadang itu cara terbaik untuk mendekat — pada dirimu sendiri.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Ki Jayengkara melanjutkan, “Banyak yang belajar menulis aksara, membaca kitab, menembang tembang. Namun sedikit yang mau belajar mengenal dirinya sendiri. Padahal, tanpa mengenal diri, ilmu lain akan kehilangan maknanya.” Alea memperhatikan dengan saksama, merasa kata-kata itu seperti menampar pelan. “Kenal diri sendiri…” gumamnya pelan, seolah kata itu punya bobot lain untuknya yang sedang terjebak di tubuh orang lain. Ki Jayengkara lalu mengambil kendi kecil di depannya, menuangkan air ke mangkuk tanah liat. “Air ini,” katanya, “bening karena diam. Jika kau goyangkan, ia menjadi keruh. Begitulah batin manusia. Siapa yang hatinya tak tenang, maka takkan mampu melihat kebenaran.”
1.7K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

Selama dalam perjalanan aku dan Jamie memperbanyak bacaan kalimat talbiyah. "Labbaik Allohuma Labbaik. Labbaik syarika Laka Labbaik. Inna Hamda Wan Nik'mata Laka Mulk Laa Syarika Laka." Arti dari bacaan Talbiyah adalah sebagai berikut : "Aku penuhi panggilan-Mu ya, Allah. Aku penuhi panggilan-Mu ya, Allah dan tidak ada sekutu bagiMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, serta kekuasaan hanya bagi-Mu. Tanpa sekutu apapun bagi-Mu."
9.9198.3K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

kata Jaka dengan suara parau. Ki Meru tersenyum. "Jaka, dunia ini luas dan bukan hanya puncak Semeru ini. Tujuan kau mendapatkan ilmu kanuragan itu untuk apa? Bukankah semua itu adalah untuk bekal kau mengembara di dunia persilatan? Banyak ketidak adilan dan juga kejahatan di dunia ini. Jika orang baik tidak turun gunung, siapa yang akan mengatasi semua itu?" kata Ki Meru memberikan wejangan.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 430 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Ia meraih cangkir kopi, menyesapnya pelan, lalu berucap lirih, nyaris seperti bisikan: “Pikirkan baik-baik, Rin. Hidup cuma sekali. Kamu mau terus jadi pecundang… atau hidup sebagai pemenang?” Rini pulang malam itu dengan pikiran yang kalut. Kata-kata Gita berputar-putar di kepalanya seperti mantra yang tak mau hilang. “Hidup cuma sekali. Kamu mau terus jadi pecundang… atau hidup sebagai pemenang?”*
4.3K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

(Maulana Jalaluddin Rumi) Mas Abi ku tersayang, biarkanlah Zea menjadi sebentuk puisi yang diluncurkan sang waktu. Kemudian menjadi abu dirapal kesunyian. *** Love Mahar
106.1K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

kataku Ilham terdiam, dia lalu melajukan mobil ke rumah. *** Pagi itu Putra membalas pesanku, aku senang sakali. "Aku dengar kamu cari aku. Kenapa kamu mulai kangen ya karena satu minggu gak ketemu," pesan Putra. "Kamu kemana aja? Bukan hanya aku yang kangen tapi Kiara juga," balasku. "Kalau urusanku sudah selesai, aku akan ke rumah kamu," pesan Putra.
1036.8K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as kata bijak jalaludin rumi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status