Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jagat Lelembut

Jagat Lelembut

Ketika semua dirasa sudah rapih, Jaka bergegas untuk istirahat. Didalam mimpinya Jaka bertemu dengan seorang perempuan cantik, dia seperti tidak asing dengan rupa itu, itu Lestari. Dia seperti melambai pada Jaka, seolah mengajak Jaka kesuatu tempat yang sangat terang. Ketika Jaka ingin menghampiri, Jaka pun terbangun karena bunyi alarm handphone. "Huh mimpi apa gua semalem" ujar Jaka.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Hanya Arga yang bisa meminta maaf sambil mengaku semua salahnya dengan tenang. “Ada hal yang harus kaulakukan. Dengar baik-baik. Di kamus akar, kau akan menemukan kata pangkal dengan angka 12, baca sebagai baris. Lalu cek kunci ritme 3-2. Setelah itu… buka naskahmu yang berjudul Jalan Samping. Cari kalimat ke dua belas dari bawah. Itu jalur. Ikuti tiga kata pertama di kalimat itu. Itu bukan puisi, itu alamat.”
798 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Ada jalan lain. Jalan yang tidak semua mata bisa lihat.” Ia berdiri tegak, membuka lipatan kain Kawali Hening dari Ki Raksa, lalu menutupkan ke bahunya. Dalam diam, ia menggumamkan kutipan dari Siksa Kandang Karesian: “Saha nu wani ngalakonan rasa, kudu nyirikeun dirina jeung alam. Nya dina rasa eta, jalan bakal kabuka.” (Barang siapa berani menapaki rasa, ia harus menyatu dengan alam. Dalam rasa itu, jalan akan terbuka.)
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Karma : Kubuat Kau Menyesal

Karma : Kubuat Kau Menyesal

Namun setelah mendengar sendiri ucapan Bara di cafe tadi, membuat semua semangat Alisha runtuh seketika. Perlahan, satu demi satu air mata mengalir melintasi pipi Alisha. Dia terisak sambil terus menunduk memandang ke bawah jembatan, "Apa memang aku ini nggak pantas untuk dicintai? Aku cuma ingin bahagia tapi kenapa hidup aku harus seperti ini, Tuhan? Kenapa Engkau ambil orang-orang yang sayang sama aku?"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

“Dengar-dengar, kamu sangat pandai melayani orang. Begini saja, buatkanlah secangkir kopi untukku. Aku mau yang panas.” Ketika berbicara, Nadia tidak sengaja menyingkap rambutnya dan menunjukkan kalung permata yang bertengger di lehernya. Itu adalah kalung juara yang dimenangkan Kayden setelah bertanding tinju 12 ronde berturut-turut. Kalung itu melambangkan cinta abadi yang penuh gairah. Calista tahu Nadia sedang pamer sekaligus memperingatinya. Dia pun mengernyit. Berhubung tidak ingin ribut dengan Nadia, dia pun secara refleks hendak menolak.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Jelata Jadi Penguasa

Jelata Jadi Penguasa

"Kita lihat saja sebilah besi tak akan mampu menggantikan sebongkah emas." *** "Tunggu! Diam di sana, Audreya." Sebuah suara menginstrupsi langkah kaki wanita bersurai karamel. Tak perlu waktu lama Audreya segera mengetahui siapa sosok yang mengintrupsinya. Dan benar saja begitu Audreya berbalik, sosok Jirealah yang muncul dari kegelapan. "Dengarkanlah, ada sedikit pesan yang ingin kusampaikan," seru Jirea ketika berhadapan dengan sang permaisuri.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Jagat Kelana

Jagat Kelana

Sang hyang agung, terima semua ini Kebatilan begitu meluluhkan kebajikan Biarkan semua berakhir menumbuhkan yang lain Aku akan terus membuang kebatilan Usai membaca mantra bait terakhir, maka angin bergerak kembali di sertai guruh dan petir. Bahkan air hujan turun begitu derasnya. Dentuman demi drntumanbterus saja terdengar menakutkan. Tanah ikut bergolak dan terbelah. "Terima semua konsekuensi dari perbuatan kalian inilah jurus terbaru Jagat Kelana. Kehancuran Sukmo!"
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 756 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Ia lalu membacakan suluk pertama yang ia temukan, baris demi baris, dengan intonasi yang hati-hati, seolah-olah ia sendiri sedang membedah setiap kata. “‘Duka lara tan kinira, amung mangsa dening raga, Jiwa mulya kinunci, dening bandha lan kursi. Sang Kurawa tan mawas, angkara murka tan wus, Ingaran adil tan adil, amung pamrih ing bathil.’” Raka menyelesaikan bait pertama, suaranya merendah, menahan getaran.
941 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

Pernyataan Cinta —Jalaluddin Rumi— Kau yang telah menutup rapat bibirku, tariklah misaiku ke dekat-Mu Apakah maksud-Mu? Mana kutahu? Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu Kukunyah lagi memamah kepedihan mengenang-Mu Bagai unta memamah biak makanannya, dan bagai unta yang geram mulutku berbusa
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

'Tuhan telah memasang tangga di hadapan kita, kita harus mendakinya, setahap demi setahap. Itulah bunyi kata-kata bijak dari seorang sufi terkenal yakni Jalaludin Rumi. Sebait kata tersebut, seakan menepuk halus kesadaranku. Membuat mata, telinga, dan pikiran kembali terbuka. Aku berusaha menghibur diri. Yakin bahwa semesta sedang mengajaku menaiki tangga kehidupan. Agar bisa merasakan indahnya berada di atas, untuk memaknai hakikat hidup yang sebenarnya.
10134.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai kata bijak jalaludin rumi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status