Jawa Barat punya banyak legenda yang bikin kita merinding sekaligus kagum. Salah satu yang paling terkenal adalah 'Sangkuriang', cerita tentang anak yang jatuh cinta pada ibunya sendiri, Dayang Sumbi. Konon, gara-gara Sangkuriang gagal memenuhi tantangan membangun danau dan perahu dalam semalam, Dayang Sumbi marah sampai menendang perahu yang jadi Gunung Tangkuban Perahu. Cerita ini sering dianggap sebagai asal-usul danau Bandung dan gunung tersebut, meski secara geologis tentu beda cerita.
Kemudian ada 'Lutung Kasarung', dongeng tentang Purbasari yang diusir oleh kakaknya, Purbararang. Nasib Purbasari berubah setelah bertemu Lutung Kasarung, yang ternyata adalah pangeran tampan yang dikutuk. Legenda ini sarat pesan moral tentang kejujuran dan kesabaran, plus jadi inspirasi untuk berbagai adaptasi film dan drama. Uniknya, banyak versi ceritanya tergantung daerah mana yang menceritakan.
Jangan lupa 'Ciung Wanara', legenda politik klasik tentang perebutan tahta Kerajaan Galuh. Ciung Wanara digambarkan sebagai pahlawan yang lahir dari telur dan akhirnya mengalahkan raja lalim, Arya Banga. Cerita ini penuh intrik keluarga, pengkhianatan, dan akhirnya keadilan yang menang. Beberapa orang bahkan percaya ini ada hubungannya dengan sejarah awal Sunda.
Yang nggak kalah seru adalah 'Mundinglaya Dikusumah', cerita rakyat tentang pangeran dari Sumedang Larang yang berjuang melawan penjajah. Bedanya dari legenda lain, kisah ini lebih historis dan sering dikaitkan dengan perlawanan lokal terhadap VOC. Banyak masyarakat Sumedang bangga dengan cerita ini karena menggambarkan keberanian leluhur mereka.
Terakhir, ada 'Nyi Roro Kidul' yang versi Jawa Barat-nya sedikit berbeda. Di pesisir selatan seperti Pelabuhan Ratu, dia digambarkan sebagai ratu laut yang kadang membantu nelayan, tapi juga bisa murka jika ritual tertentu tidak dilakukan. Beberapa orang masih melakukan sesajen untuknya sampai sekarang—tradisi yang bikin legenda ini tetap hidup di masyarakat modern.