Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
“Anindya.”
“Iya?” sahut Anindya, masih dengan sisa tawa di bibirnya.
“… kamu serius datang bulan?”
Detik itu juga Anindya tak tahan lagi. Tawanya pecah, keras, jujur, tanpa dosa.
“Nggak. Aku bercanda,” kata Anindya sambil terkikik.
Alis Arvendra berkerut. “Apa?”
“Aku bercanda, Mas,” ulang Anindya, masih tertawa. “Lihat reaksi kamu lucu banget.”