Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
"Kau adalah pemimpin yang baik. Kau sangat kompeten, cerdas, dan efisien. Itu hal yang nggak bisa dipungkiri siapa pun."
Lidya memiringkan badan, mendekatkan dirinya, seolah ingin berbagi kebenaran pahit dengan lebih intim. "Hanya mungkin, Bima," Lidya melanjutkan, ekspresinya lebih lembut tapi kata-katanya tegas. "Orientasi dan caramu memimpin itu terlalu keras, terlalu lugas, bahkan bisa dibilang terlalu rumit untuk bisa diterima oleh orang umum. Orang-orang itu, yang mungkin idealisnya tidak sekeras dirimu, mengharapkan pemimpin itu adalah orang yang—jika menggunakan tradisi Jawa—tidak hanya sekadar menegakkan disiplin, memberikan reward dan punishment saja, tetapi juga bisa mengayomi ora
الفصول الرائجة