Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat
kata Boy.
"Iya, aku tahu itu, tapi mungkin kita lebih baik begini saja tidak apa, aku lebih suka kehidupan bebasku, mau makan aku bisa kerja dan bisa usaha sendiri,"
"Baiklah kiki, aku tidak akan menanyakan perihal apapun mengenai kepulangan mu, agar kamu tidak sedih lagi, mari aku terlaktir kamu satu es krim walls, bukankah hari ini panas?"