Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir
Gerakannya halus, teratur, dan menenangkan.
“Aku yakin apa pun yang kak Randy lihat, itu bukan kebetulan,” ucap Luna pelan.
“Kadang Tuhan menunjukkan hal yang paling kita takuti… supaya kita akhirnya bisa berdamai.”
Randy terdiam. Kata-kata itu seperti menembus ruang di dalam dadanya yang selama ini ia kunci rapat-rapat.
“Berdamai?” ulangnya lirih.
Luna tersenyum tipis. “Iya. Bukan untuk melupakan, tapi untuk bisa melangkah lagi," katanya sambil duduk perlahan di kursi seberang.