Ini tiga penulis yang langsung melintas di pikiranku saat memikirkan kutipan seorang ibu untuk anaknya.
Pertama adalah Langston Hughes dengan puisinya yang berjudul 'Mother to Son'. Aku suka caranya membuat suara sang ibu begitu nyata — tegas namun penuh kasih, memberi dorongan agar si anak tak menyerah meski hidup sulit. Bukan hanya kata-katanya yang kuat, tetapi ritme dan gambaran tangganya yang tak selalu mulus membuat pesannya terasa seperti nasihat turun-temurun. Waktu aku masih remaja, salah satu guru membacakan puisi itu di kelas, dan suasana berubah jadi intim; aku bisa membayangkan seorang ibu menggenggam tangan anaknya sambil berkata agar terus naik, bukannya mundur.
Selain Hughes, aku juga sering melihat kutipan-kutipan yang diambil dari penulis lain dipakai sebagai pesan dari ibu ke anak — ada nuansa yang berbeda-beda: beberapa lebih filosofis, beberapa lagi penuh humor atau pengorbanan. Yang membuat kutipan-kutipan itu hidup adalah konteks: kapan ibu mengucapkannya, nada suaranya, dan pengalaman bersama yang memperkuat maknanya. Di keluargaku sendiri, ada satu baris pendek yang sering diulang oleh ibuku waktu kecil; sederhana, tapi masih menempel sampai sekarang. Jadi kalau yang dimaksud adalah penulis terkenal yang membuat teks yang sering dipakai ibu untuk anaknya, Langston Hughes jelas masuk daftar utama menurut pengamatanku — puisinya seperti pesan dari hati seorang ibu kepada anaknya, lugas dan mengena.