Pura-Pura Rebahan
ketus mama mertua.
“Bikin capek aja beres-beres rumah, Ma, soalnya entar bakal berantakan lagi kok. Hhmm ... yang beresin Cuma satu, sedang yang bikin rusuh ada lima orang, mana bisa dilawam!” Aku menaikkan sebelah bibir atas.
“Eh, maksud apa, hah? Kamu menyebut kami tukang rusuh?!” ujar Mama mertua dengan setengah berteriak dengan hendak bersiap menyerangku.