Pernikahan Kedua
“Kamu wanita kuat, bahkan kamu selalu jadi perisai bagi saudarimu. Sakura... dari dulu dia hanya bergantung padamu. Dia tahu kalau kamu sangat kuat, jadi... jangan lemah, Nak! Ada mama dan papa, kami mencintaimu, kamu berharga.”
Haruka masih membisu, dia ingat kenangannya bersama saudari kembarnya itu. Sakura adalah belahan jiwanya, jadi saat Sakura pergi, dia seperti kehilangan separuh hidupnya. Hidupnya pun berantakan karena itu.
“Kamu kuat demi kamu, kan?” tanya Fumiko lagi dengan suara yang hampir menangis.
“Aku manusia biasa, Ma. Sekuat-kuatnya aku... aku juga butuh tempat untuk bersandar,” balas Haruka. Wanita itu akhirnya bersuara.
Bab Populer