Rahim untuk Anakku
Embun pura-pura ngambek.
“Iya, didengerin kok. Soal kejantanan kan tadi? Gue mah udah ahli kok kalo soal menggunakan kejantanan gue. Tenang aja. Dijamin lo puas, sampe lemas,” goda Alaska.
“Hadeh. Tuhan, kok ada manusia kayak gini. Mesumnya ampun dah,” teriak Embun.
“Tapi ngomong-ngomong, lo tahu nggak sih bedanya orang yang sudah dewasa sama yang belum kalo lagi tidur?” Alaska memandang gadis di sampingnya.