Suamiku Jadul
Di ruangan ini hanya ada kami, ada juga ranjang di sebelah, tapi kosong.
Saat aku membakar Parsiduduan itu, asapnya memenuhi ruangan, aku suka bau asap ini, lebih wangi dari asap tukang sate. Tak lupa kutambahkan minyak kelapa murni. Asapnya makin pekat dan istri kutuntun untuk ngangkang di atas asap tersebut.
Akan tetapi masih ada apinya, kami menunggu sampai api padam, butuh rumput kombang sila lagi sepertinya, biar apinya padam dan tinggal asap.