Godaan Mama Muda
Aku berdeham, mencoba mengatur nada suaraku agar tidak terdengar bergetar.
"Iya, Kiara. Maaf ya," jawabku pelan, berusaha tidak menghindari tatapannya. "Kantor lagi banyak proyek besar yang deadline-nya mepet. Aku... aku juga belakangan ini lagi coba cari kerjaan sampingan, jadi waktu luangku terkuras."
Kiara mengerutkan kening, raut wajahnya berubah menjadi sedikit cemas.
"Kerjaan sampingan?" tanyanya heran. "Memangnya kenapa? Gajimu sekarang kurang untuk keperluan sehari-hari? Kamu jangan terlalu maksain diri, nanti sakit."